Published On: Fri, Aug 26th, 2016

Tanya jawab dengan UKM Industri Manufaktur di Asia Tenggara – Oracle Supply Chain Management

 

Jasbir SinghTanya jawab dengan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) Industri Manufaktur di Asia Tenggara – Oracle Supply Chain Management (SCM)

Pembicara: Jasbir Singh, Vice President of Cloud ERP/SCM , Oracle APAC

Sumber:

 

  1. Tab solusi pada situs Oracle Supply Chain Management
  2. Solusi Oracle Supply Chain Management Baru Memenuhi Kebutuhan Value Chain Modern
  1. Oracle SCM Cloud, mengenai Logistics Cloud
  2. E-book Inventory Management Cloud
  3. Oracle SCM Cloud – Mengapa Memilih Oracle

 

_________________________________________________________________________________

  1. Bagaimana dampak teknologi terhadap cara UKM beroperasi?

Dunia saat ini lebih terhubung berkat internet, dan di Asia Tenggara, peningkatan konektivitas dan teknologi telah merevolusi perilaku bisnis semua perusahaan dalam berbagai skala. UKM saat ini mampu berkembang, tumbuh, dan bersaing secara global berkat teknologi, misalnya, internet. Tapi di antara berbagai inovasi terbaru yang diadopsi oleh UKM, cloud computing telah memainkan peranan penting dalam mengubah cara perusahaan manufaktur menggunakan layanan TI – memberikan solusi tepat untuk mengatasi tantangan industri dan rantai pasokan/supply chain. Cloud computing juga memungkinkan perusahaan untuk menjadi sangat fleksibel beradaptasi dengan perubahan pasar dengan cepat. Ini adalah bagian dari praktek manajemen rantai pasokan yang baik, terutama bila penghematan biaya dan waktu adalah hal yang paling penting bagi perusahaan tersebut.

Faktanya, lebih dari 70% perusahaan manufaktur kini sudah menggunakan aplikasi cloud di dalam rantai pasokan mereka, sementara yang lain, yakni sekitar 25%, sudah secara aktif mempertimbangkan untuk menggunakan cloud dalam rantai pasokan sebagai cara untuk membuat aplikasi bisnis tersedia dalam perusahaan. Alasan berpindah ke cloud adalah bahwa aplikasi rantai pasokan yang berdiri sendiri saat ini cukup sulit untuk dikustomisasi sesuai kebutuhan. Biaya juga menjadi faktor penting bagi perusahaan di samping tantangan dalam menentukan tingkat bandwidth yang tepat dan bagaimana cara untuk merespon perubahan permintaan dengan cepat. Pada akhirnya, dengan tersedianya konektivitas, muncul isu keamanan, redundansi dan jaminan keamanan diperlukan untuk menjamin kelangsungan bisnis dan minimnya gangguan.

  1. Karena cukup banyak UKM bergerak di bidang manufaktur, manajemen rantai pasokan menjadi sangat penting. Bagaimana UKM bisa memanfaatkan teknologi untuk lebih meningkatkan kemampuan SCM mereka?

Memiliki alat manajemen rantai pasokan yang bisa menjawab tantangan digital dan IT di pasar yang serba cepat saat ini dapat membantu bisnis bertumbuh dan menciptakan inovasi. Alat rantai pasokan yang modern mampu mengubah rantai pasokan bisnis dari kebutuhan fungsional menjadi keunggulan kompetitif, dan Oracle Supply Chain Management (SCM Oracle) menawarkan kemampuan yang paling lengkap dan canggih untuk memodernisasi operasional bisnis di semua pilar permintaan, pasokan dan produk.oracle suplay chain

 

Pebisnis di industri manufaktur sering menghadapi kendala ketika mengelola rantai pasokan mereka. Salah satu cara untuk meminimalkan kerumitan adalah dengan mengubah alur plan-to-produce menjadi satu alur yang lebih efisien. Di Oracle, kami telah memperkenalkan Oracle Planning Central Cloud yang membantu mengintegrasikan perencanaan penawaran dan permintaan ke dalam workbench analisis berbasis grafis yang intuitif. Alat ini juga memungkinkan forecasting, perencanaan persediaan dan pasokan dengan kerangka analisis multi-dimensi yang menyediakan rekomendasi yang mudah dipahami, cerdas dan berpusat pada bisnis.

Selain perencanaan, ada juga kebutuhan untuk memastikan bahwa proses manufaktur dikelola dengan baik dari mulai ide, menuju konsep desain, lantas komersialisasi hingga manufaktur. Di sini, aplikasi yang tepat dapat melakukan pemantauan standar pengolahan, membuat dan mengelola perintah kerja dan secara bersamaan memantau status lantai toko. Aplikasi ini dapat membantu produsen untuk dengan cepat dan mudah menjalankan pekerjaan, menganalisa dan mengontrol biaya perintah kerja.

Cara lain bagi UKM untuk memanfaatkan teknologi adalah dalam pengelolaan pesanan. Oracle Order Management Cloud mendukung pencatatan perintah kerja dari berbagai sumber sekaligus dan memiliki fungsi pengaturan harga built-in. Ini dapat digunakan untuk pengelolaan serta menjalankan perintah kerja antar channel. Ini juga bisa mendukung alur fulfilment yang kompleks seperti configure-to-order, drop-ship, back-to-back dan alur transfer material internal.

oracle

Bahkan usaha mikro pun dapat memanfaatkan cloud yang berbasis Supply Chain Management. Oracle SCM Cloud memungkinkan perusahaan untuk berinovasi dengan cepat, mengeksekusi dengan cepat dan mengukur nilai mereka kapanpun dibutuhkan. Mereka dapat melakukan fungsi ini dengan risiko minimal, biaya rendah dan fleksibilitas maksimum. Sama halnya dengan pendekatan non-cloud, perusahaan juga dapat melakukan manajemen persediaan, perencanaan logistik, manajemen pesanan dan banyak lagi. Perusahaan tidak perlu mempertahankan atau meng-upgrade ke versi terbaru namun tetap dapat menerima fungsi-fungsi terbaru yang terbaik di kelasnya melalui model penentuan harga langganan yang fleksibel.

  1. Di berbagai negara di Asia Tenggara, kami menjumpai bahwa ‘cara lama’ dalam melakukan bisnis, masih bekerja dengan baik, dan perubahan kadang sulit diterima. Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu UKM-UKM agar maju dan tidak tertinggal, terutama dengan Asean Economic Community (ZEc) dan TPPP yang sudah masuk di ranah perekonomian?

Banyak UKM harus menerima fakta bahwa dengan adanya AEC dan Trans-Pacific Partnership Agreement (TPPA), akan ada perubahan-perubahan. Mereka akan menghadapi tantangan-tangan baru tersebut dan mau tidak mau harus mengadopsi teknologi baru ketika negara membuka pasarnya terkait inisiatif-inisiatif tersebut. Salah satu kemungkinan positifnya adalah bahwa mereka kini bisa memasuki pasar baru di negara lain. Pertanyaannya sekarang yakni seberapa lincah dan cepat UKM ini dapat beradaptasi dengan perubahan. Menurut penelitian dan laporan oleh International Data Corporation (IDC) IDC Manufacturing Insights, The Path to Supply Chain Cloud (Juli 2015), terdapat momentum yang terus naik untuk supply chain cloud. Aplikasi berbasis cloud untuk logistik diharapkan bertumbuh hingga hampir 20% pada 2019 dibandingkan kurang dari 5% untuk on-premise tools. Preferensi serupa juga tercatat untuk manajemen persediaan di mana diharapkan ada pertumbuhan lebih dari 26% untuk inventory management tools berbasis cloud pada 2019,  alih-alih hanya mendekati 4% untuk versi on-premise. Ini jelas menunjukkan bahwa ada pergeseran dalam pola pikir di semua sektor bisnis ketika berbicara tentang pilihan aplikasi pasokan rantai.

Hal ini dikarenakan supply chain cloud application bisa membantu baliknya modal dengan cepat, skalabilitas yang lebih besar dan membutuhkan sumber daya IT yang lebih sedikit. Mungkin ada yang masih berpikir bahwa aplikasi yang canggih memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik. Aplikasi sekarang ini cepat dan mudah disebarkan, dan risiko adopsi sebagian besar telah dikurangi, namun memberikan fungsi yang setara dengan alternatif on-premise. Manfaat tersebut perlu dibuat sehingga UKM dapat dengan cepat mengadopsi aplikasi tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka.

  1. Dengan AEC dan TPPA, UKM-UKM di negara Asia Tenggara juga harus menyesuikan ritme dan lebih kompetitif. Bagaimana teknologi akan memberikan keuntungan terhadap UKM lokal? Di area mana hal ini akan lebih cocok, misalnya produksi, layanan, sektor, manajemen?

Satu cara bagi UKM untuk meraih keuntungan kompetitif adalah dengan menggunakan teknologi modern berbasis cloud ERP, Supplychain, logistik dan trade management tool yang akan membantu mengatur semua produksi hingga mode transportasi di dalam dan sepanjang batas wilayah, mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi dan memenuhi syarat compliance. Aplikasi seperti ini juga bisa membantu UKM memberikan layanan yang terbaik selagi mereka mengoptimalkan routing dan waktu pengiriman serta membangun kerja sama yang mulus dengan pelanggan, pemasok dan mitra. Dengan memastikan bahwa perusahaan memberikan pelayanan yang terbaik, UKM bisa menggaet lebih banyak pelanggan dan ke depannya mampu mengembangkan bisnis mereka.

Cara lain bagi UKM untuk lebih kompetitif adalah dengan memiliki kontrol yang lebih ketat terhadap biaya-biaya. Teknologi yang tepat bisa membantu visibilitas yang lebih komprehensif dan pengaturan alur material, kerja pergudangan dan biaya produk di sepanjang rantai pasokan. Inventaris adalah aset besar dan mengaturnya dengan efisien, termasuk transaksi pergerakan yang berhubungan dengan inventaris, bisa berdampak pada UKM.

Dengan semua perubahan-perubahan ini di lingkungan bisnis yang turbulen, bisnis harus menyiapkan dan membutuhkan aplikasi yang bisa membantu mereka di masa-masa berat, selagi memastikan bahwa mereka mampu memnuhi permintaan selama upturn. Kuncinya di sini adalah apakah sistem lama yang mampu dan cukup fleksibel untuk menghadapi permintaan yang berubah-ubah. Contohnya, UKM-UKM harus mampu mengatur semua biaya produk dari mulai pelaporan hingga dukungan keputusan. Mereka juga sebaiknya memiliki alat yang bisa mengukur dan mengatur biaya dengan pilihan tarif yang sederhana. Mengkombinasikan kedua hal tersebut akan memberikan mereka kemampuan yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif dalam hal harga.

 

====