Published On: Fri, Aug 5th, 2016

Transformasi Digital dalam Bisnis: Meningkatkan Inovasi di Era Digital

cloud

Derasnya laju perubahan di era digital saat ini belum pernah dialami sebelumnya. Belum lagi dengan tuntutan konsumen yang terus berevolusi, struktur industri yang terus berubah-ubah, serta akselerasi perkembangan teknologi yang tiada habisnya. Hal ini menjadi pemicu perkembangan besar dari tahun ke tahun berkat revolusi transformasi digital dalam bisnis. Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik bahkan terus menerapkan berbagai langkah inovatif guna terus memperluas bisnisnya di era digital ini. Hal ini sejalan dengan prediksi IDC yang menyebutkan bahwa 60% dari enterprise terkemuka di Asia Pasifik akan menjadikan transformasi digital sebagai inti dari strategi perusahaan pada akhir 2017 mendatang[1].

 

Akan tetapi, guna menjamin kelancaran dalam bertransformasi digital, bisnis perlu mempertimbangkan untuk memanfaatkan ekosistem cloud yang telah membuka berbagai kesempatan bagi bisnis. Kita tentu telah menyaksikan semakin banyak bisnis yang telah menerapkan dan melakukan migrasi menuju cloud, baik public maupun private cloud. Di samping itu, bisnis juga perlu mempertimbangkan untuk menjalankan pendekatan hybrid dalam rangka mendorong kelincahan dan melakukan penghematan biaya.

 

Bahkan, bisa dibilang bahwa hybrid kini kian penting perannya dalam mendukung transformasi digital bagi bisnis. Penting, karena bisnis kian menyadari bahwa mereka tidak bisa begitu saja bergantung sepenuhnya akan sumber daya internal guna memperluas kemampuannya di era digital. Mereka perlu mengintegrasikan sumber daya yang telah ada dengan cloud dalam rangka meraih fleksibilitas dan skalabilitas yang mejadi salah satu ciri khas dunia hybrid.

 

Dalam pendekatan hybrid yang efisien, diperlukan pemanfaatan infrastruktur sesuai kebutuhan serta memanfaatkan skalabilitas yang dimiliki cloud daam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat. Sehingga, tidak ada lagi peralatan yang idle dalam sebagian besar operasional. Ini merupakan nilai sinergis dari menggabungkan infrastruktur yang berbeda dalam rangka mengoptimalkan kinerja dan menciptakan biaya yang lebih besar. Selain itu, hybrid cloud memungkinkan pengguna untuk mengalokasikan beban kerja sesuai dengan kapasitas dan memiliki fleksibilitas pada waktu penerapan yang kian gegas.

 

Dengan memiliki kelincahan dan skalabilitas hybrid cloud, bisnis dimungkinkan untuk mengotomatisasi dan mengorkestrasi penerapan application services, sambal di saat bersamaan mengelola pengalihan beban kerja secara dinamis. Hybrid cloud dapat menjamin ketersediaan kepada pelanggan, serta mereplikasi dan/atau mengubahsuai pengaturan keamanan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Selain itu, bisnis juga dimungkinkan untuk memperoleh kenyamanan dalam menerapkan aplikasi dan layanan di hybrid cloud layaknya yang dilakukan melalui data center on-premise.

 

Perubahan yang sangat dinamis di era digital telah menempatkan bagian IT dalam perusahaan pada posisi yang memiliki tekanan besar. Hal tersebut juga turut dipicu oleh meningkatnya penggunaan perangkat mobile, cloud, dan big data. Mereka didorong untuk terus mampu meningkatkan mutu layanan, memiliki kelincahan lebih dalam maneuver bisnis, serta mempersingkat waktu untuk memperkenalkan layanan baru ke pasar (time to market).

 

Apabila kesemuanya mampu dipenuhi, bisnis akan mampu meningkatkan layanan guna menjawab kebutuhan pasar yang terus meningkat. Sehingga pada akhirnya, bisnis mampu memanfaatkan transformasi digital guna meningkatkan peluang untuk terus berinovasi.

***

Ditulis oleh:

Martyn Young, System Engineering Director for ANZ, F5 Networks

[1] https://www.idc.com/getdoc.jsp?containerId=prAP40553215