Published On: Fri, Aug 14th, 2015

Transformasi XL Mulai Tunjukkan Hasil Positif

Share This
Tags

 

XL Dian SiswariniJakarta, 14 Agustus 2015 – PT XL Axiata Tbk. (XL) hari ini mengumumkan secara resmi hasil audit pencapaian kinerja semester pertama yang berakhir pada 30 Juni 2015.

Agenda transformasi bisnis melalui strategi 3R yang dijalankan oleh XL sejak awal tahun 2015 mulai menunjukkan beberapa hasil positif. Strategi 3R ini meliputi  Revamp, Rise & Reinvent”. Revamp – mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari “volume” ke “value”) dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk. Rise – meningkatkan nilai merek XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Reinvent – akan membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

Transformasi bisnis dilakukan untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan kedepannya.

Di semester pertama 2015, XL utamanya fokus pada strategi Revamp yang mengupayakan pada peningkatan pelanggan yang berkualitas, pengurangan pelangggan abuser, peningkatan portfolio produk,  penguatan jalur penjualan retail dan peluncuran kembali merek AXIS ke pasar.

Presiden Direktur/CEO XL, Dian Siswarini menyatakan,” Kami mencanangkan agenda transformasi pada bulan April tahun ini, dan saat ini proses transformasi jangka menengah masih dalam tahap awal perjalanan dan masih terus berproses. Namun demikian, kami sudah mendapatkan beberapa hasil awal yang positif, yang semakin menguatkan keyakinan kami atas agenda transformasi yang sedang kami lakukan ini. Ke depan kami akan semakin fokus untuk segera menuntaskan agenda transformasi tersebut untuk memperkuat posisi perusahaan”.

Hasil awal yang positif berupa peningkatan ARPU sebesar 25% dari Rp 24,000 pada semester pertama tahun 2014 menjadi Rp 30.000 pada periode yang sama tahun 2015. Total pengisian ulang (reload) XL Tunai juga mengalami peningkatan sebesar 13% dibandingkan awal tahun hanya 0,2%.

Pada kuartal kedua tahun 2015, XL berhasil meraih pertumbuhan yang positif sejak kuartal kedua tahun 2014, yaitu sebesar 2,4%. Pertumbuhan ini didorong dari pendapatan penggunaan layanan inti (core), sebesar 3,1% dari kuartal sebelumnya, dimana layanan percakapan naik 7% dan layanan Data serta VAS juga naik 2% dari kuartal sebelumnya.

XL akan terus fokus untuk menjadi yang terdepan pada layanan mobile internet di Indonesia dengan meningkatkan adopsi pengguna layanan Data dan mendorong pertumbuhan trafik penggunaaan layanan Data. Pertumbuhan trafik layanan Data tumbuh 65% pada semester pertama tahun 2015 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan total pengguna layanan Data mencapai 28 juta atau 61% dari total jumlah pelanggan.

Peningkatan jumlah pengguna smartphone telah berhasil mendorong adopsi penggunaan layanan Data di Indonesia. Pada akhir semester pertama 2015, penetrasi smartphone XL tumbuh sebesar 36%. Pengguna ponsel pintar (smartphone) XL juga tumbuh sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan saat ini telah mencapai 16,3 juta pengguna.

XL terus mendorong pelanggan untuk mengadopsi penggunaan handset 4G, sejalan dengan agenda transformasi untuk menargetkan pelanggan yang berkualitas lebih tinggi, XL juga menawarkan program bundling dengan berbagai pilihan merek smartphone seperti Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, dan Sharp.

XL terus melanjutkan investasi berupa modernisasi dan peningkatan kapasitas jaringan untuk mendukung peningkatan trafik penggunaan layanan Data, memperluas kapasitas jaringan serta meningkatkan kualitas dan stabilitas jaringan, baik pada layanan percakapan ataupun Data. Pada semester pertama tahun 2015, XL telah memiliki 54.550 BTS, termasuk lebih dari 17.000 BTS 3G serta 232 BTS 4G guna memenuhi pertumbuhan dan permintaan pelanggan akan layanan mobile internet yang cepat dengan kualitas yang lebih baik.

Di kuartal kedua tahun 2015, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) mengalami peningkatan sebesar 7% menjadi Rp 2 Triliun dari kuartal sebelumnya, yang menghasilkan pencapaian margin EBITDA sebesar 36%, meningkat sebesar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan EBITDA ini terutama disebabkan dampak positif dari pengelolaan kembali basis pelanggan yang berfokus pada pelanggan yang lebih menguntungkan, serta upaya untuk meningkatkan profitabilitas portofolio produk.

Kerugian selama kuartal kedua 2015 sebesar Rp93 Milliar merupakan dampak dari melemahnya Rupiah. Tanpa memperhitungkan dampak dari transaksi Forex  yang belum direalisasikan serta hasil pajak, maka XL mencatat keuntungan sebesar Rp162 Milliar.

XL terus memperluas bisnisnya diluar layanan telekomunikasi tradisional dengan menyediakan dan memperkaya layanan digital. Di tahun 2015, divisi layanan Digital terus melanjutkan pengembangan bisnisnya dengan memanfaatkan momentum yang sudah ada dari tahun sebelumnya melalui peluncuran berbagai inisiatif baru seperti misalnya m-Fish dan berlanjut dengan pengembangan bisnis yang sudah ada yakni XCloud, Gudang Aplikasi, elevenia, dan XL IOT.

Selama semester pertama tahun 2015, XL juga telah membelanjakan Rp. 2,3 triliun belanja modal untuk memperluas infrastruktur layanan Data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal. Total hutang mengalami penurunan menjadi Rp29,2 triliun dari Rp30,3 triliun pada akhir kuartal pertama tahun sebelumnya, sehingga hutang bersih/EBITDA sedikit berkurang dari sebelumnya 3,2x menjadi 2,9x.

Sebagai wujud dari persembahan XL memajukan Indonesia, pencapaian yang telah berhasil diraih oleh XL sebagai badan usaha tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan yang memberikan kontribusi kepada pengembangan perekonomian, sosial, dan lingkungan. Komitmen perusahaan juga di wujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) yang diantaranya melalui program XL Future Leaders, sebuah program pengembangan kepemimpinan untuk mahasiswa di Indonesia, memasuki tahun ke-4 penyelenggaraannya, XL Future Leaders memberikan dampak langsung terhadap 16.320 mahasiswa. Program sosial lainnya, XL e-Learn telah memberikan akses gratis dan mudah terhadap program pengembangan kepimimpinan kepada mahasiswa di Indonesia, program M-Fish yang bertujuan untuk memberdayakan nelayan dalam melakukan praktik penangkapan ikan serta mendukung keberlanjutan dunia maritim melalui layanan mobile broadband, program Xmart Village untuk menjembatani kesenjangan digital dan Xmart City, sebuah program pengembangan teknologi digital yang bertujuan untuk membuat pembangunan berkelanjutan di bidang ekonomi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

 

 

Tentang XL

XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Mulai beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, XL saat ini adalah penyedia layanan seluler dengan jaringan yang luas dan berkualitas di seluruh Indonesia bagi pelanggan ritel (Consumer Solutions) dan solusi bagi pelanggan korporat (Business Solutions). XL satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. XL dimiliki secara mayoritas oleh Axiata Group Berhad (“Axiata Group”) melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (66,5%) dan publik (33,5%). Sebagai bagian dari Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), Smart (Cambodia), Idea (India), Celcom (Malaysia), M1 (Singapore), SIM (Thailand), dan Dialog (Sri Lanka).