Published On: Fri, Sep 16th, 2016

Uang Panai Buktikan Film Laris Tak Butuh Nama Besar

Jakarta, 16 September 2016 – Pertengahan bulan September 2016 dibuka dengan kabar mengejutkan dari dunia perfilman Tanah Air. Di tengah gemuruh perfilman nasional yang semakin menunjukkan derap maju, muncul satu judul film lokal yang turut membangkitkan gairah perfilman nasional.

 

Film Uang Panai’ = Maha(r)l berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan raihan jumlah penonton yang cukup tinggi. Sejak dirilis pada 25 Agustus 2016 lalu, film ini telah ditonton lebih dari 442 ribu penonton di pekan ketiga penayangannya. Bahkan berdasarkan data yang dilansir dari filmindonesia.or.id menunjukkan bahwa film produksi Makkita Cinema Production tersebut sukses menduduki posisi 2 besar dalam daftar film Indonesia terkini setelah Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss Part 1 yang mencapai 3,4 juta penonton..

 

“Kesuksean  Uang Panai’ = Maha(r)l menunjukkan bahwa untuk menjadi film yang laris tidak membutuhkan nama besar. Film ini disutradarai oleh dua sineas lokal Makassar, Asril Sani dan Halim Gani serta dibintangi oleh artis-artis pendatang baru seperti Ikram Noer, Nur Fadillah, Cahya Ari Nagara. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan film-film blockbuster nasional yang pada umumnya yang dinahkodai sutradara kondang dan memasang artis-artis kelas atas sebagai pemain utamanya,” ungkap Sudhir Syal, Co-founder dan Director BookMyShow Indonesia.

 

Pendapatan kotor miliaran Rupiah

Ditayangkan di jaringan bioskop yang tersebar di 25 kota di Indonesia, pendapatan kotor yang diraih film Uang Panai’ = Maha(r)l telah ditaksir hingga lebih dari Rp 13,2 miliar di pekan ketiga penayangannya. Jumlah tersebut didapatkan dari asumsi penghitungan pendapatan kotor tahun 2013 sebesar Rp 30.000 per penonton.

 

Film Uang Panai’ = Maha(r)l mengangkat tentang kebudayaan Bugis Makassar yang mewajibkan uang panai sebagai mahar perkawinan. Dikisahkan seorang pemuda bernama Anca (Ikram Noer) harus berjuang keras untuk mengumpulkan uang panai atau uang mahar sebagai syarat pernikahan dari pihak keluarga wanita yang dicintainya, Risna (Nur Fadillah). Anca pun harus berjuang keras mengumpulkan uang  panai yang nilainya sangat besar. Mengangkat ide cerita tentang isu sosial kebudayaan tanah Makassar, film Uang Panai’ = Maha(r)l hadir dalam genre drama komedi yang khas dengan dialek khas Bugis-Makassar.