Published On: Thu, Apr 20th, 2017

Universal Robot Bekerjasama dengan Nissan Motor Company untuk Tingkatkan Produktivitas Manufaktur Menggunakan Robot Kolaboratif

Share This
Tags

Jakarta, 7 April 2017 – Universal Robots, perusahaan robot kolaboratif terkemuka, mengumumkan bahwa Nissan Motor Company telah sukses mengimplementasikan salah satu produk Universal Robots, yaitu UR10 robot arms, pada pabriknya di Yokohama; bergabung bersama pabrik-pabrik otomotif global lainnya yaitu BMW dan Volkswagen, yang telah menggunakan collaborative robots (cobots) dari Universal Robot untuk mengotomatisasikan proses manufaktur mereka. Melalui implementasi cobots ini, Nissan kini mampu meningkatkan proses produksi, yang berdampak pada meningkatnya stabilitas dan hasil produksi, serta efisiensi biaya dan waktu yang lebih baik. Hal ini juga membuat para tenaga kerja Nissan yang telah berusia lanjut dapat bekerja dengan lebih ringan, dan dapat dikerahkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang memiliki resiko lebih rendah.

 

Shermine Gotfredsen, General Manager, South East Asia dan Oceania, mengatakan, “Kami sangat senang bisa bekerja bersama dengan Nissan mewujudkan langkah mereka menuju otomatisasi. Industri otomotif dunia memegang peran utama dalam mendorong tingkat penggunaan collaborative robots (cobots) untuk menciptakan hasil produksi yang lebih baik, dan hal ini penting bagi pelaku industri agar dapat tetap kompetitif. Universal Robots adalah perusahaan yang memimpin dalam tren ini; produk cobots kami secara efektif membantu pengotomatisasian proses, yang mampu menghasilkan standar keamanan yang lebih tinggi serta beban kerja yang lebih ringan bagi para pekerja. Hal ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada industry otomotif, namun juga pada pabrik manufaktur elektronik dan elektrik, farmasi dan kimia, serta pangan dan pertanian.”

 

Cobots merupakan sebuah cabang dari robot perindustrian tradisional. Cobots memiliki bobot yang ringan dan bisa dipasang atau dipindahkan ke berbagai tempat, serta cukup fleksibel untuk dimodifikasi bagi jenis pengaplikasian yang berbeda-beda. Industri otomotif menggunakan cobots dalam berbagai jenis proses, meliputi: penanganan, perakitan, pengemasan, peletakan, pelabelan, pengecatan, kendali mutu, serta perawatan mesin. Nilai pasar dari robot kolaboratif dalam industri otomotif mencapai US$23.56 juta pada tahun 2015 dan diproyeksikan mencapai US$469.82 juta pada tahun 2021, dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) mencapai 64.67% antara tahun 2015 dan 2021.

 

 

Tumbuhnya Robot Kolaboratif Perindustrian dalam Industri Otomotif Indonesia

 

Industri otomotif di Asia Tenggara bersiap menyambut pertumbuhan yang tinggi seiring dengan pertumbuhan tingkat penjualan di pasar negara-negara besar. Sebagai wilayah pusat produksi untuk wilayah Asia dan dunia, sektor otomotif di Asia Tenggara telah mengalami peningkatan CAGR sebesar 11% antara tahun 2010 dan 2015. Implementasi Kawasan Perdagangan Bebas (Free-Trade Area) yang akan hadir di ASEAN diharapkan dapat mengurangi pajak impor dan ekspor dalam wilayah regional, sehingga dapat meningkatkan permintaan akan pabrikan kendaraan regional yang berbiaya rendah.

 

Indonesia dan Thailand khususnya merupakan kawasan pusat manufaktur yang cocok untuk memproduksi produk-produk kendaraan yang bisa diekspor ke berbagai wilayah di Asia, maupun yang lebih luas. Indonesia merupakan negara terbesar kedua di wilayah ini yang memiliki kawasan manufaktur otomotif setelah Thailand, dengan pangsa pasar regional sebesar 34%. Merk-merk mobil dari Jepang seperti Nissan merupakan pemain dominan dalam industri otomotif. Didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk bisa menyalip Thailand dalam 10 tahun mendatang. Dan seiring dengan keinginan pemerintah yang kuat untuk mengubah Indonesia menjadi pusat produksi otomotif secara global, otomatisasi menggunakan robot kolaboratif akan menjadi kunci keberhasilan industri ini.

 

Lengan Robot UR10 di Nissan Motor Company

 

Nissan Motor Company membutuhkan proses produksi yang lebih ringkas pada pabrik skala besar miliknya di Yokohama. Selain itu, perushaan otomotif ternama ini juga perlu mengatur biaya tenaga kerja yang terkait dengan penuaan pekerja serta berkurangnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan-keterampilan penting.

 

Mr. Nakamura, Expert Headman di Bagian Mesin pabrik tersebut mengatakan, “Kami memerlukan robot yang cukup besar untuk mengangkat komponen-komponen yang jenisnya besar dengan berat mencapai 6 kg. Dibandingkan dengan robot perusahaan lainnya, kami memilih UR10 karena biaya untuk satu robot yang sangat menguntungkan, juga dengan kapasitas bobot yang bisa diangkat. Dalam proses instalasi komponen, hanya lengan robot UR10 yang mampu menangani muatan 10 kg di antara berbagai produk merek lainnya.”

 

Cobots milik Universal Robot merupakan lengan robot kolaboratif khusus untuk kegiatan industri yang dapat mengotomatisasikan proses dan berbagai pekerjaan yang memiliki beban mencapai 10 kg, serta membutuhkan ketepatan dan kehandalan tinggi. Dengan radius jangkauan mencapai 1300mm, Cobots didesain untuk bekerja lebih efektif pada pekerjaan di area yang luas, serta menghemat waktu produksi ketika jarak menjadi faktor yang menentukan. Cobots milik Universal Robots sangat mudah untuk diprogram dan disiapkan. Produk ini didesain untuk mampu bekerja bersama dengan manusia, sebagai sebuah alat, yang dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan yang rumit, atau membutuhkan tenaga yang besar.

 

Setelah mempertimbangkan segi keamanan dan fitur-fitur yang dibutuhkan, Nissan memutuskan untuk menggunakan lengan robot UR10 yang sangat mudah untuk diinstalasi, diprogram, dan dioperasikan dalam waktu 1 minggu. Implementasi lengan robot UR10 di Nissan mempersingkat waktu produksi, meningkatkan kualitas, serta membuat para pekerja terhindar dari pekerjaan yang monoton sehingga mereka dapat meningkatkan pengalaman di bidang yang lainnya.

 

Mr Onishi, Subsection Chief of Engine Section mengatakan, “Kami dapat dengan cepat merespon banyaknya kegiatan produksi penting di mana kami dapat dengan mudah menyesuaikan UR10 sesuai kebutuhan produksi serta tantangan yang ada di pabrik. Kami berencana untuk memaksimalkan penggunaan cobots dengan mengintegrasikan kemampuan serta kapabilitasnya yang kuat dalam hal teknik, sehingga kami akan meningkatkan implementasi cobots di pabrik kami di masa yang akan datang.”

 

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.universal-robots.com, http://www.universal-robots.com/plus/ dan the company-owned blog.

 

– Selesai –

 

 

Tentang Universal Robots

 

Universal Robots merupakan hasil dari beragam riset intesif selama bertahun-tahun pada kluster robot tersukses di Odense, Denmark. Universal Robots didirikan pada tahun 2005 oleh Chief Technology Officer Universal Robots, Esben Østergaard, yang berkeinginan untuk membuat suatu teknologi robot yang aman digunakan dan mampu mempersingkat proses pengerjaan di industri. Produk-produk dari Universal Robots meliputi UR3, UR5, dan UR10 robot arms yang dinamakan sesuai dengan muatannya dalam kilogram. Sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2008, Universal Robot mengalami peningkatan yang signifikan dengan user-friendly robots yang sekarang telah terjual di lebih dari 50 negara di belahan dunia. Dalam waktu 12 bulan, rata-rata periode pemasukan dari UR robots merupakan yang tercepat di industrinya. Universal Robot yang merupakan bagian dari Teradyne Inc. yang berpusat di Boston, bermarkas di Odense dan memiliki anak perusahaan serta kantor regional di Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, Singapura, Republik Ceko, India, dan China. Universal Robots memiliki lebih dari 300 pekerja yang tersebar di seluruh dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan kunjungi: www.universal-robots.com.