Published On: Tue, Aug 16th, 2016

Wanita Indonesia Lebih Memahami Pentingnya Nutrisi yang Diperlukan Selama Masa Kehamilan

 

Pregnant woman exercising.

Pregnant woman exercising. Anmum.co.id

Jakarta, 15 Agustus 2016 – Dibandingkan dengan wanita di Malaysia dan Singapura, wanita Indonesia lebih mengenal nutrisi penting yang diperlukan untuk kehamilan yang sehat. Hal ini diungkapkan dari survei konsumen yang dilakukan oleh Anmum, produsen susu untuk ibu hamil terkemuka di Asia, kepada lebih dari 1.600 wanita di tiga negara tersebut.

 

Dengan memahami dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan selama masa kehamilan, ibu hamil memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melahirkan bayi yang sehat.

 

Folat merupakan nutrisi yang penting bagi wanita hamil, atau bagi mereka yang sedang mempersiapkan kehamilan, untuk mengurangi risiko melahirkan bayi dengan Neural Tube Defects (NTDs), kondisi yang dapat menyebabkan kelainan pada tulang, tengkorak dan otak anak di dalam janin[1].

 

Survei tersebut menemukan bahwa hampir tiga dari empat wanita Indonesia memahami pentingnya manfaat folat untuk mengurangi risiko cacat lahir yang dapat berakibat pada perkembangan otak bayi, dan 65 persen dari responden mengetahui bahwa folat berkaitan langsung dalam memperkecil risiko NTDs[2]. Sementara itu hanya 44 persen responden Malaysia dan 40 persen responden Singapura yang memahami manfaat folat untuk memperkecil risiko NTDs.

 

Sebanyak 21 persen wanita Indonesia mengetahui bahwa 400 mikrogram (bentuk dari folat) adalah jumlah asupan asam folat harian yang disarankan untuk kehamilan yang sehat[1] bila dibandingkan dengan wanita di Malaysia dan Singapura yang hanya 15 persen.

 

Rebecca Cannan, Health and Nutrition Lead, Anmum Maternal & Paediatrics, mengatakan, “Saya sangat antusias mengetahui bahwa wanita Indonesia memiliki pemahaman tentang pentingnya folat untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.”

 

“Namun, berdasarkan data, empat dari lima wanita Indonesia belum memahami jumlah asupan folat yang mereka butuhkan untuk merencanakan kehamilan serta selama masa kehamilan. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena jumlah asupan folat yang dibutuhkan akan semakin meningkat selama periode penting ini[1],” ujar Cannan.

 

Sementara itu penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pemahaman responden tentang manfaat vitamin B12 dan B6 relatif lebih rendah. Hanya 38 persen wanita Indonesia yang dapat menyebutkan pentingnya B12 (bersamaan dengan folat) untuk membantu meminimalkan risiko NTD[3], sementara 39 persen dari mereka mengetahui bahwa asupan vitamin B6 yang meningkat dapat membantu mengurangi gejala morning sickness. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman tentang vitamin dari wanita di Malaysia dan Singapura.

 

“Secara keseluruhan, banyak wanita yang masih belum menyadari manfaat dari nutrisi penting beserta perannya dalam mendukung kehamilan yang sehat. Susu yang telah difortifikasi memberikan kemudahan dan praktis bagi para ibu untuk mengkonsumsi folat, vitamin B12, B6 dan D dalam jumlah yang cukup. Susu yang telah difortifikasi juga menyediakan nutrisi yang tidak selalu ada di setiap tablet suplemen, seperti protein susu berkualitas tinggi, GA, asam sialic, probiotik dan prebiotik.

 

“Kami percaya bahwa dalam hal inilah Anmum Materna dapat membantu para ibu dan mereka yang sedang merencanakan kehamilan dalam memberikan dukungan nutrisi di setiap tahap kehamilan mereka,” tambah Cannan.

Cannan mengatakan bahwa dua gelas Anmum Materna per hari dapat memenuhi 100% kebutuhan tambahan asupan folat bagi wanita di masa kehamilan secara maksimal.

Anmum Materna juga memiliki kandungan Inulin, GA® dan DHA, zat besi serta vitamin B12 dan B6. GA® dan DHA adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk perkembangan otak janin[4].

[1] Centers for Disease Control and Prevention. Data tentang Asam Folat diperoleh dari http://www.cdc.gov/ncbddd/folicacid/about.html

[2] Survey yang dilakukan Fonterra bersama Blackbox kepada 1.657 responden di seluruh Malaysia, Singapura dan Indonesia pada Mei 2016.

[3] Wang ZP, et al. Meta-analisis: kekurangan vitamin B12 pada ibu hamil merupakan faktor risiko Neural Tube Defects . Jurnal Maternal-Fetal and Neonatal Medicine, 2012; 25(4): 389–394

[4] Mendenz-Otero R, Pimentel-Coelho PM, Ukraintsev S et al. Peran gangliosida dalam perkembangan saraf dan sebagai sumber makanan. Nutr Inf. 2013;2:105-19.