Published On: Fri, Jun 3rd, 2016

Wapres Lepas 194 Tenaga Kesehatan Tim Nusantara Sehat 2016 Periode I

Share This
Tags

wapres lepas 194 nakes tim nusantaraJakarta, 31 Mei 2016- Sebanyak 194 tenaga kesehatan yang telah terpilih menjadi Tim Nusantara Sehat (NS) tahun 2016 periode I (batch 3) diterima Wakil Presiden Jusuf Kala di Istana Negara, Selasa sore (30/5). Tim NS boleh berbangga karena bisa bertemu dan mendapatkan arahan secara langsung dari Wakil Presiden RI.

Wapres menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada para tenaga kesehatan terpilih atas kesediaannya untuk mengabdi serta bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang berlokasi di perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia. Semangat Nusantara Sehat (NS) selaras dengan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, menerangkan bahwa pada prinsipnya program Nusantara Sehat dibuat untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar (primer) di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) dan daerah bermasalah kesehatan (DBK).

Keberadaan tim Nusantara Sehat juga bertujuan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, tutur Menkes.

Disebutkan lebih lanjut, tenaga kesehatan yang telah terpilih menjadi Tim Nusantara Sehat tahun 2016 periode I telah melalui seleksi yang cukup ketat. Hal ini tercermin dari jumlah pendaftar sebanyak 10.471 orang dan berhasil terpilih sebanyak 194 orang, yang terdiri dari: dokter umum (4 orang); dokter gigi (11 orang); perawat (28 orang); bidan (42 orang); tenaga kesehatan lingkungan (17 orang); tenaga kesehatan masyarakat (14 orang); tenaga kefarmasian (27 orang); ahli teknologi laboratorium medik (22 orang), dan tenaga gizi (31 orang).

Tahun 2016, direncanakan akan ditempatkan secara bertahap tim NS pada 130 Puskesmas di daerah terpencil atau sangat terpencil. Tahap I, tim akan diberangkatkan pada akhir Mei 2016 dan ditempatkan di 38 Puskesmas pada 25 Kabupaten dari 16 Provinsi. Sementara untuk Tahap II, rekruitmennya akan dibuka pada Juni 2016 dan akan ditempatkan pada bulan Oktober 2016.

Sebelum dilepas ke daerah penugasan, tim Nusantara Sehat telah melewati 6 minggu masa pembekalan yang terdiri dari pembekalan dalam bidang medis dan kesehatan, bela negara, pembentukan kapasitas tim, advokasi dan komunikasi.Di akhir masa pembekalan, tim menyiapkan rencana kerja/rencana aksi untuk dilaksanakan bersama-sama dengan tenaga kesehatan setempat di lokasi penugasan. Dan akhirnya, Senin (30/5) kemarin, Menkes Nila Farid Moeloek telah melantik tim Nusantara Sehat di Pusdokkes, Jakarta Timur.

Program Nusantara Sehat

Merupakan program  penugasan khusus tenaga kesehatan berbasis tim  dengan jumlah dan jenis tertentu  guna meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Fasyankes di DTPK dan DBK. Setiap tim yang akan ditempatkan terdiri dari beberapa jenis tenaga kesehatan yaitu dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kefarmasian, ahli teknologi laboratorium medik, dan tenaga gizi. Kesempatan menjadi bagian dari Nusantara Sehat bersifat terbuka untuk semua tenaga profesional muda dengan latar belakang pendidikan kesehatan, berusia di bawah 30 tahun.

Tim Nusantara Sehat periode I Tahun 2016  ini akan bertugas selama 2 tahun di 38 Puskesmas yang tersebar di 25 kabupaten di 16 Propinsi.

Adapun Tim Nusantara Sehat yang telah diberangkatkan pada tahun 2015, sebanyak 694 orang dalam 120 tim yang ditempatkan di 120 Puskesmas, dengan 2 (dua) gelombang pemberangkatan, yaitu 20 tim pada gelombang pertama (batch 1) dan 100 tim pada gelombang kedua (batch 2).

Program Nusantara Sehat kini menjadi program nasional dan direncanakan untuk dilaksanakan secra terus menerus. Pada akhir 2019 nanti, ditargetkan lebih kurang 1500 Puskesmas akan diisi oleh penugasan berbasis tim. Semoga Program Nusantara Sehat dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan dalam menjawab permasalahan kesehatan di Indonesia.

 

sumber: Depkes RI