Published On: Wed, Feb 3rd, 2016

Whitepaper Baru Lamudi untuk Penilaian Pasar Real Estate

whitepaperJakarta, 3 Januari 2016- Lamudi, sebuah portal properti yang sedang berkembang dengan cepat, didukung oleh Rocket Internet, telah merilis sebuah whitepaper untuk menyediakan pemahaman yang mendalam serta analisis pasar real estate Indonesia yang sedang berkembang.

Laporan ini merupakan pandangan mendalam pada sektor real estate di Indonesia, memberikan gambaran pasar lokal dan beberapa data statistik yang mengejutkan.

“65 persen pengguna internet di Indonesia mengakses website melalui smartphone” menurut sebuah laporan terbaru oleh Buzzcity. Ini memberikan sebuah tantangan untuk perusahaan-perusahaan real estate yang sekarang memerlukan perubahan pada aplikasi untuk memfasilitasi perilaku konsumen
yang berbeda.”

Laporan ini pun membahas masalah investasi oleh orang asing dan menyinggung fakta bahwa Singapura adalah investor terbesar dengan angka mengejutkan yaitu $1.23 milyar. Sementara di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Jepang dan Korea Selatan.

Laporan tersebut bisa ditemukan di sini

Menyasar demografi tertentu dan pertanyaan “Siapa yang membuat keputusan tentang real estate di keluarga Anda?” diajukan kepada responden survei.
Menariknya sekitar 58.9 persen menjawab biasanya ini adalah keputusan bersama. Golongan umur antara 25-34, mendominasi pencarian properti online, dengan lebih dari setengah populasi dibawah umur 35.

Pada bab perubahan aturan hukum, laporan ini memberitakan peraturan baru yang membolehkan warga asing yang tinggal di Indonesia untuk memiliki properti, serta memperingatkan pemerintah untuk memonitor perubahan dengancermat akibat berjalannya peraturan baru ini agar tidak menimbulkan Gelembung Udara Properti atau Property Bubble.

Laporan ini juga memilih Bandung sebagai hotspot untuk berinvestasi sebab banyaknya pelajar datang kesini untuk menempuh pendidikan tinggi. Wahyu Ari Wibowo, Ketua Kantor Perwakilan Keuangan dan Ekonomi Statistik Bank Indonesia, belum lama ini mengatakan kepada Sindonews bahwa “meskipun
kenaikan harga properti terjadi di Bandung, namun permintaan pemukiman tetap bertambah.”

Laporan ini diakhiri dengan prediksi untuk tahun 2016. Masyarakat kelas menengah diharapkan bisa menstimulasi sektor ini. Data World Bank menunjukkan kelas menengah sedang bertumbuh, dari nol persen pada tahun 1999 sampai 6.5 persen di tahun 2011 dan ini menunjukkan peluang yang signifikan. Keanggotaan Masyarakat Ekonomi Asean juga akan meningkatkan sektor real estate lokal pada tahun 2016, yang disebabkan oleh perubahan aturan hukum terbaru tentang hukum kepemilikan properti orang asing dan implementasi sejumlah inisiatif pemerintah seharusnya bisa mendorong pertumbuhan pasar yang lebih cepat di tahun mendatang.