Published On: Fri, Jan 22nd, 2016

XL Future Leaders Telco Challenge 2016: Mahasiswa Adu Gagasan Lahirkan Solusi Digital Bagi UKM

XLFL

Satu tim mahasiswa sedang beradu gagasan dalam proses seleksi XL Telco Challenge di Jakarta pekan ini. Bervisi pada keinginan untuk memajukan ekonomi digital di Indonesia, XL menyelenggarakan kompetisi melahirkan solusi digital yang mampu mendukung dunia bisnis untuk lebih produktif. Kompetisi bernama “Telco Challenge” ini berlangsung mulai Desember 2015 hingga Minggu kedua Januari 2016.

Semarang,  22 Januari 2016- Kehadiran internet cepat dan teknologi digital telah membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk mengejar ketertinggalan sekaligus mempercepat proses pembangunan di segala bidang. Hal ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan potensi ekonomi rakyat melalui pemanfaatan kemajuan teknologi digital yang begitu pesat tersebut. Bervisi pada keinginan untuk memajukan ekonomi digital di Indonesia, PT XL Axiata Tbk (XL) menyelenggarakan kompetisi melahirkan solusi digital yang mampu mendukung dunia bisnis untuk lebih produktif. Kompetisi bernama “Telco Challenge” ini berlangsung mulai Desember 2015 hingga Minggu kedua Januari 2016.

Vice President Corporate Communication XL, Turina Farouk, mengatakan, “Kami menantang para mahasiswa untuk melahirkan ide-ide brilian yang berbasis pada pemanfaatan teknologi digital, yang juga bisa diaplikasikan dalam proses bisnis, terutama bagi kalangan usaha kecil menengah. Kami percaya mereka akan mampu, dengan segala kecerdasan dan keinginan kuat mereka untuk ikut mengubah kondisi masyarakat agar menjadi lebih baik lagi. Saat ini kami telah menerima 30 proposal yang rata-rata merupakan ide baru yang memiliki potensi untuk dikembangkan.”

Salah satu peserta, Ainul Ibnu Khotob, mahasiswa dari Universitas Diponegoro pada pemaparan ini menyampaikan ide tentang solusi digital yang dinamakan “LocaXales”. Proposal ini berupa ide menciptakan suatu aplikasi yang bisa menjadi semacam ensikolpedi dan katalog bagi para pelaku UKM untuk mengembangkan market yang lebih luas. Aplikasi ini tentunya akan mendukung para pelaku UKM di Indonesia dalam memperkuat bisnisnya sehingga akan mampu bersain di era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah mulai berjalan tahun ini.

Seleksi Telco Challenge dilakukan di 6 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. Pesertanya terdiri dari semua mahasiswa peserta Program XL Future Leader angkatan ketiga. Mereka terbagi dalam 30 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 orang yang masing-masing akan mengerjakan tantangan menciptakan sarana digital yang baru dan orisinal. Karena itu mereka harus mengerjalan mulai dari ide dan gagasan, identifikasi di lapangan, hingga penciptaan suatu sarana digital yang baru dan dapat diaplikasikan.

Pada seleksi di Semarang, Jumat (15/1), tidak kurang dari 145 mahasiswa yang terbagi dalam 30 kelompok terlibat dalam kompetisi ini. Mereka berasal dari sejumlah universitas di Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Penilaian akan mencakup beberapa hal, yaitu Isi presentasi yang meliputi kedalaman penelitian, target market, dan orisinalitas serta presentasi tim termasuk didalamnya struktur logika, kepercayaan diri dan penguasaan audience. Sebanyak 4 juri tiap kota dari management XL melakukan penilaian.
Ide-ide terbaik dari peserta akan ikut menjadi materi rujukan bagi XL dalam pengembangan saranan digital di masa mendatang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk diadopsi oleh XL sebagai salah satu layanannya. Para pemenang dengan ide-ide terbaik mereka akan mendapatkan hadiah berupa biasanya uang tunai dan apresiasi dari perusahaan.

Program XL Future Leaders bertujuan mencetak generasi muda calon pemimpin. Program ini mengajarkan tiga kompetensi utama, yaitu Komunikasi Efektif, Managemen Perubahan, serta Jiwa Kewirausahaan. Ketiga hal tersebut merupakan keahlian utama atau life skills yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin untuk mencapai level global. Metoda belajar yang diterapkan berupa perpaduan antara kelas tatap muka sebanyak lima kali dalam setahun, belajar dengan memanfaatkan program-program berbasis teknologi informasi komunikasi, serta aktivitas sosial lapangan.