Published On: Tue, Mar 29th, 2016

XL Mengumumkan Penjualan 2.500 Menara kepada Protelindo

XL Jual Menara

(ki-ka) Vice President Director PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, Stephen Duffus Weiss, Vice President Director PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, Adam Gifari, Director & Chief Finance Officer XL, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, dan Director & Chief Strategic Transf Officer XL, Willem Lucas Timmermans dalam acara pengumuman penjualan 2.500 menara XL kepada Protelindo di Jakarta. Selasa (29/3). Protelindo yang merupakan perusahaan penyedia menara independen terkemuka telah dinyatakan sebagai pemenang dari proses tender yang diselenggarakan XL untuk penjualan 2.500 menara telekomunikasi, dengan nilai pembelian Rp. 3.568.000.000.000 (tiga triliun lima ratus enam puluh delapan miliar Rupiah). Pembayaran transaksi seluruhnya dalam bentuk tunai tanpa komponen lain baik saham maupun pembayaran yang ditangguhkan.

Jakarta, 29 Maret 2016-  PT XL Axiata Tbk. (“XL“), salah satu operator seluler terbesar di Indonesia, hari ini mengumumkan telah menandatangani Perjanjian Pembelian Aset (Asset Purchase Agreement atau “APA”) dengan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (“Protelindo”) pada tanggal 28 Maret 2016. Protelindo yang merupakan perusahaan penyedia menara independen terkemuka telah dinyatakan sebagai pemenang dari proses tender yang diselenggarakan XL untuk penjualan 2.500 menara telekomunikasi, dengan nilai pembelian Rp. 3.568.000.000.000 (tiga triliun lima ratus enam puluh delapan miliar Rupiah). Pembayaran transaksi seluruhnya dalam bentuk tunai tanpa  komponen lain baik saham maupun pembayaran yang ditangguhkan.

Bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Pembelian Aset, XL dan Protelindo juga menandatangani Perjanjian Induk Sewa Menara dimana XL telah setuju untuk menyewa kembali 2.432 menara dari Protelindo untuk jangka waktu 10 tahun. XL juga mendapatkan persyaratan sewa yang kompetitif sebagai penyewa utama yang memberikan manfaat bagi XL berupa penghematan atas belanja modal dan biaya operasional perusahaan.

Mengenai transaksi ini, Presiden Direktur XL, Dian Siswarini, menyatakan “Penjualan atas 2.500 menara ini kepada Protelindo merupakan kelanjutan strategi penggunaan aset perusahaan dan memberikan XL tambahan fleksibilitas untuk memaksimalkan posisi kompetitif XL guna mendukung strategi 3R. XL akan menggunakan dana hasil penjualan untuk mengoptimalkan neraca keuangan. XL memiliki hubungan baik dengan Protelindo dan sangat menghargai kesempatan untuk bermitra dengan Protelindo secara jangka panjang. Transaksi ini juga menunjukkan kekuatan dan disiplin XL dalam melakukan transaksi strategis dan merupakan salah satu dari beberapa transaksi penting yang berhasil dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.”

Hal ini dikuatkan oleh Bapak Aming Santoso selaku Direktur Utama Protelindo “Transaksi ini merupakan kemenangan bersama bagi kedua perusahaan. Protelindo dapat menggunakan kemampuan neraca keuangannya untuk melakukan pembelian menara, dilain pihak XL dapat memonetisasi towernya dengan harga terbaik. Dengan penambahan 2.500 menara, jumlah menara kami akan meningkat menjadi hampir 15.000 sementara kami tetap bisa menekan tingkat hutang pada level rendah. Selama beberapa tahun ini XL telah menjadi mitra terpercaya, dan transaksi ini diharapkan memperkuat hubungan kerjasama yang sudah dibina.”

Penutupan transaksi ini diperkirakan dilakukan pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2016.

XL saat ini melayani lebih dari 41,9 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu pelopor dalam perkembangan industri telekomunikasi selular Indonesia, XL telah menjadi pemimpin dalam menyediakan dan memberikan pengalaman terbaik menggunakan mobile internet yang lebih mudah dengan tariff yang lebih terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

XL terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan kepada para pelanggannya dan fokus untuk berinvestasi dalam memberikan produk-produk yang inovatif serta data kepada para pelanggannya.

Merrill Lynch (Singapore) Pte.Ltd (BofA Merrill Lynch) bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif untuk XL, sementara Macquarie Capital bertindak sebagai penasihat keuangan  eksklusif untuk Protelindo atas transaksi ini.