Published On: Sun, May 15th, 2016

Yogyakarta Cerah Menakjubkan dengan Warna Warni Favorit Indonesia

Pengecatan Museum TNI AD Dharma Wiratama resmi dibuka oleh Head of Brand and Consumer Marketing Anastasia Tirtabudi dan Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Dinas Sejarah Angkatan Darat Kolonel CAJ. Drs. Nurwasis M.M

Pengecatan Museum TNI AD Dharma Wiratama resmi dibuka oleh Head of Brand and Consumer Marketing Anastasia Tirtabudi dan Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Dinas Sejarah Angkatan Darat Kolonel CAJ. Drs. Nurwasis M.M

Yogyakarta, 15 Mei 2016 – Sebagai salah satu kota budaya terbesar di Indonesia, Yogyakarta memiliki berbagai bangunan bersejarah yang sangat berharga dan menjadi
identitas lokal. Meski demikian, warna bangunan-bangunan ini memudar seiring waktu karena terpapar perubahan cuaca yang ekstrim, sehingga warna bangunan tidak lagi
secerah dahulu. Percaya dengan kekuatan transformatif warna, AkzoNobel, perusahaan cat dan pelapis terdepan, serta produsen Dulux Catylac membawa kembali keindahan dan semangat dari Museum Dharma Wiratama, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui “Yogyakarta Cerah Menakjubkan Lebih Lama bersama Dulux Catylac” yang diadakan pada hari ini (15 Mei 2016).

Dulux Catylac bersama 100 Mitra Dulux mengembalikan kemegahan Museum Dharma
Wiratama Yogyakarta

Sekitar 135 Mitra Dulux berpartisipasi dalam mencerahkan kembali warna dinding eksterior Museum TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta di dalam acara Yogyakarta Cerah Menakjubkan Lebih Lama bersama Dulux Catylac

Sekitar 135 Mitra Dulux berpartisipasi dalam mencerahkan kembali warna dinding eksterior Museum TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta di dalam acara Yogyakarta Cerah Menakjubkan Lebih Lama bersama Dulux Catylac

Anastasia Tirtabudi, Head of Brand and Consumer Marketing of PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) berharap dengan acara ini, Dulux Catylac dapat mengembalikan kembali kecerahan daerah Yogyakarta dengan warna-warna yang menakjubkan, sebagai bagian Inisiatif Kota Humanis yang diusung AkzoNobel.

“Sejarah adalah identitas dari suatu komunitas, maka sangat penting untuk menjaga bangunan bersejarah di kota kita. Di AkzoNobel, kami melihat bahwa pekerjaan kami bukan hanya sekedar bisnis, tapi sebagai tanggung jawab bersama untuk masyarakat Indonesia dan seluruh dunia. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan kota menjadi lebih
humanis. Salah satunya dengan mengembalikan warna cerah Museum Dharma Wiratama, sehingga sejarah dan identitas komunitas dapat terus terjaga,” jelas Anastasia Tirtabudi.

Sebagai salah satu kota tropis, Yogyakarta sangat rentan paparan sinar matahari yang dapat memudarkan warna cat bangunan. Dulux Catylac Exterior dilengkapi dengan teknologi Durabond Latex yang memberikan pertahanan lebih terhadap hujan dan mencegah cat mengelupas. Dulux Catylac juga dilengkapi dengan teknologi Chroma Brite UV Fight untuk mencegah warna memudar akibat sinar ultraviolet, membuat cat tetap cerah lebih lama.

Untuk Museum Dharma Wiratama, warna yang dipilih adalah Green Lime, salah satu koleksi eksterior Warna Warni Favorit Indonesia dari Dulux Catylac. Green Lime adalah satu dari 10 warna eksterior favorit Indonesia. Warna Warni Favorit Indonesia adalah koleksi kombinasi warna yang menginspirasi dan memudahkan pemilihan warna bagi konsumen. Setiap koleksi dilengkapi dengan dua pilihan kombinasi, sehingga dapat membantu konsumen memadupadankan warna-warna favoritnya..

Yogyakarta Cerah Menakjubkan Lebih Lama bersama Dulux Catylac juga melibatkan lebih dari 100 orang Mitra Dulux yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya. Di acara ini, mereka dapat mencoba mengaplikasikan Dulux Catylac sambil memahami lebih dalam mengenai program loyalitas yang telah didirikan sejak tahun 2006 tersebut.

“Kami sangat bersemangat menyambut kesempatan dan inisiatif AkzoNobel untuk mengembalikan kembali warna indah Museum Dharma Wiratama, yang telah menjadi pusat sejarah dan pariwisata Yogyakarta. Antusiasme masyarakat juga sangat menggembirakan serta menunjukkan kepedulian terhadap kota dan identitas sejarah mereka,” ujar Kolonel CAJ Drs. Nurwasis M.M, Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Dinas Sejarah Angkatan Darat.

“Masyarakat tentunya ingin merasa terhubung dengan kota mereka, menemukan identitas di antara lingkungan perkotaan melalui peninggalan-peninggalan bersejarah. Kami harap melalui acara ini, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya melindungi budaya dan menerima masa lalu sebagai bagian dari masa depan kita,” kata Anastasia Tirtabudi.

Salah satu komitmen utama dari perusahaan adalah menciptakan lebih banyak kota humanis di seluruh dunia menggunakan tiga kekuatan – bahan-bahan utama, perlindungan utama, dan warna-warna utama – untuk memberikan energi kepada komunitas dan membuat hidup mereka lebih terinspirasi. Kelompok peneliti dan ilmuan dari AkzoNobel terus mencari cara baru dan inovatif di mana cat pelapis dapat memegang peran penting dalam menghadapi tantangan urbanisasi yang terbentang di depan.