Published On: Fri, Nov 20th, 2015

ZTE Bersama Masyarakat Telematika Indonesia Memprakarsai “Next Generation Broadband-5G Forum” Demi Mempercepat Penerapan Jaringan 5G di Indonesia

Foto-1119 November 2015, Jakarta, Indonesia – ZTE Corporation (ZTE) (H share stock code: 0763.HK / A share stock code: 000063.SZ), sebuah perusahaan publik global penyedia peralatan telekomunikasi, solusi-solusi jaringan, dan perangkat mobile, bersama dengan Masyarakat Telematika (Mastel) menyelenggarakan “Next Generation Broadband-5G Forum” di hotel Mandarin Jakarta, hari ini. Dihadiri oleh para pakar telekomunikasi dan perwakilan operator-operator di Indonesia, acara ini diselenggarakan untuk membahas pemanfaatan teknologi pita lebar untuk mendorong perekonomian negara dan bagaimana mempercepat penerapan teknologi komunikasi mobilegenerasi kelima (5G). Acara yang merupakan inisiatif ZTE dan Mastel ini, secara resmi dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Kementerian Perindustrian.

“Kami menghargai penyelenggaraan seminar mengenai teknologi 5G dan Next Broadband  yang diprakarsai oleh ZTE dan Mastel ini. Menurut hemat saya ini mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat maupun pelaku bisnis teknologi untuk bersama-sama membangun TIK  Indonesia yang lebih baik. Melalui acara ini, kita semakin melihat pentingnya membangun persepsi yang sama akan pentingnya membangun jaringan pita lebar yang lebih luas sehingga mampu memberi manfaat yang lebih besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia,” ujar Menteri Industri, Saleh Husin. “Kami berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi jauh lebih baik dan ke depan Indonesia bukan hanya dijadikan sebagai market saja, tetapi juga dapat menjadi produsen yang mampu memproduksi perangkat dan alat yang dibutuhkan untuk industri TIK di masa depan,” lanjutnya.

Pada Rencana Pita Lebar Indonesia dijelaskan bahwa pembangunan pita lebar di Indonesia pada tahun 2014-2019 difokuskan untuk mencapai 3 tujuan, yaitu  mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing bangsa;  mendukung peningkatan kualitas pembangunan manusia Indonesia; dan menjaga kedaulatan bangsa. Untuk memenuhi target pembangunan pita lebar ini, Indonesia memiliki beberapa tantangan, seperti meratakan penyebaran infrastruktur ke seluruh wilayah Indonesia, menyiapkan pendanaan dalam jumlah besar, serta menciptakan ekosistem yang siap untuk perkembangan TIK.

“Perluasan pembangunan infrastruktur pita lebar mutlak kita perlukan dan menjadi salah satu prioritas kita, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Kami menyadari bahwa dalam penerapannya akan banyak kita temukan hambatan-hambatan, seperti luas geografis negara kita, pendanaan dan peningkatan pengetahuan di dalam masyarakat akan pentingnya pemanfaatan TIK di seluruh aspek kehidupan.  Namun, melihat inisiatif dari para vendor telekomunikasi dan operator, seperti diskusi yang diadakan hari ini, kita  optimis bahwa Indonesia akan mampu memperoleh solusi yang tepat sehingga mampu meningkatkan kualitas TIK demi meningkatkan daya saing bangsa,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

“Diskusi ini diharapkan dapat menjadi forum bagaimana masing-masing pihak di industri TIK dapat berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan teknologi maupun perekonomian Indonesia dalam menyambut teknologi generasi terbaru,” tambah Chairman of Mastel, Kristiono.

“Menyadari manfaat perluasan pita lebar untuk perokonomian Indonesia, ZTE berinisiatif untuk memfasilitasi diskusi antara para pelaku bisnis telekomunikasi dan pemerintah untuk membahas teknologi terbaru, yaitu jaringan 5G. Dengan diadakannya acara ini, kami berharap dapat tercipta pemahaman yang mendalam mengenai teknologi 5G, tantangan yang ada, dan solusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat penerapannya di Indonesia,” ujar President Director PT ZTE Indonesia, Mei Zhonghua.

Dibandingkan dengan jaringan 4G, teknologi generasi kelima (5G) dapat memberikan beberapa keuntungan lebih, seperti jumlah koneksi yang lebih besar, kapasitas 1000 kali lebih besar, throughput 10 kali lebih cepat, danlatency yang lebih rendah.

“Selagi bersiap untuk teknologi jaringan yang baru, ZTE juga dapat memberi solusi bagaimana memaksimalkan teknologi pita lebar yang sudah ada. Kami menciptakan sebuah perangkat yang dapat meningkatkan level akses kapasitas jaringan secara menyeluruh dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada, yaitu Massive MIMO. Massive MIMO ini memungkinkan operator untuk memenuhi tuntutan layanan data yang sangat besar dengan situs dan spektrum yang ada,” lanjut Mei.

Sebagai salah satu teknologi 5G inti yang potensial, Massive MIMO milik ZTE dirancang dengan memperhatikan ukuran, berat, biaya, rancang-bangun, dan instalasi yang tepat untuk penggunaan komersial. Massive MIMO mentransmisikan data steam yang lebih independen antara sistem dan perangkat user untuk menaikkan efisiensi spektrum. Pada simulasi pra-komersial, Massive MIMO dapat mengintegrasikan 128 antena (64 saluran independen) yang dapat menghasilkan kecepatan troughput 6 sampai 8 kali lebih besar. ZTE juga dinobatkan sebagai “2015 Global Technology Innovation Award in 5G Networks” oleh Frost & Sullivan pada bulan Juni 2015.

Pada acara ini, ZTE juga memamerkan pameran yang memajang solusi Massive MIMO dan produk-produk pita lebar akses tetap, seperti: xPON Unified Access Platform, FTTdp Access Platform, NG-PON2 ONT, VDSL2 Gateaway.