Pemimpin Digital Harus Berani Berubah
Rabu (4/11/2026) di Jakarta Barat, Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo berpesan pemimpin digital harus berani meninggalkan cara kerja lama, meninjau program tak berdampak, dan memastikan anggaran bermanfaat bagi masyarakat.
Berani tinggalkan cara lama
Dalam sesi pembelajaran Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta Barat, Angga Raka Prabowo menekankan pemimpin digital tidak boleh terjebak pola kerja lama — teknologi, AI, dan data bukan tujuan akhir, melainkan alat.
Program tak berdampak, evaluasi
Setiap program dan anggaran harus dievaluasi dari manfaat nyatanya bagi masyarakat. Keberhasilan, katanya, tidak cukup diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi dari hasil nyata yang dirasakan publik.
Setiap anggaran harus bermanfaat
Tujuan bernegara dalam Pembukaan UUD 1945 harus menjadi kompas kebijakan dan penyusunan APBN, berakar pada SDM yang kuat — pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemimpin digital tidak cukup hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi harus berani mengubah cara kerja lama, mengevaluasi program yang tidak berdampak”
— Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital
Dokumen Asli
Dalam Siaran Pers No. 253/HM-KKD/11/2026, Kementerian Komunikasi dan Digital menyampaikan pesan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dalam sesi pembelajaran Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta Barat, Rabu, 4 November 2026. Sesi itu dihadiri para pemimpin instansi dan BUMN, termasuk 40 peserta P3MD, dengan materi bertajuk "Kepemimpinan Era Digital dan Artificial Intelligence (AI)". Angga menekankan pemimpin digital tidak cukup hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi harus berani mengubah cara kerja lama dan mengevaluasi program yang tidak berdampak.
Ia juga menegaskan tujuan bernegara dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai kompas kebijakan dan penyusunan APBN menuju Indonesia Emas 2045, yang berakar pada sumber daya manusia yang kuat — pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi. Keberhasilan program, menurutnya, diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar tingginya serapan anggaran, dan kesempatan harus terbuka merata: anak desa memperoleh pendidikan, usaha kecil memperoleh akses pasar, serta layanan publik dan perlindungan data yang makin baik. Teks lengkap siaran pers tersedia di portal resmi Kemkomdigi pada tautan sumber resmi di bawah.
Sumber resmi: https://portal.komdigi.go.id/kanal-publik/berita-kini/10677
Caption Instagram
Pemimpin digital tak bisa lagi bekerja dengan cara lama.
Di hadapan para pemimpin instansi dan BUMN, termasuk 40 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo berpesan agar pemimpin digital berani meninggalkan cara kerja lama, meninjau program yang tidak berdampak, dan memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan Siaran Pers @kemkomdigi No. 253/HM-KKD/11/2026, 5 November 2026.
Rilis lengkap: https://portal.komdigi.go.id/kanal-publik/berita-kini/10677
#Kemkomdigi #KepemimpinanDigital #TransformasiDigital #Rilisiana #SiaranPers
Di Instagram
Artikel ini juga terbit sebagai carousel di Instagram @rilisiana.id.
Kontak Media Penerbit
Biro Humas Kemkomdigi
| Alamat | Jl. Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat 10110 |
| Situs | komdigi.go.id |
| @kemkomdigi |
Artikel Terkait — Pemerintahan
- Modal Maju Digital Itu Talenta — Kementerian Komunikasi dan Digital, 4 November 2026
- 11 Pejabat ESDM Dilantik: Ada Dirjen Listrik Baru — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2 November 2026

